NADIKABAR.COM — Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin, mengungkapkan latar belakang lahirnya program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) berbasis rumah sakit (hospital-based). Kebijakan ini berakar dari pengalaman krisis tenaga medis yang dihadapinya saat menangani pandemi COVID-19.

Budi menceritakan, ketika meninjau fasilitas kesehatan di berbagai daerah saat pandemi, ia menemukan fakta bahwa mayoritas daerah tidak memiliki dokter spesialis paru untuk menangani penyakit respirasi.

"Diskusi tentang hospital-based ini dimulai karena kita kekurangan dokter spesialis, itu mulainya saat COVID. Kemudian harus muter tuh melakukan penanganan pasien COVID dan imunisasi, itu kan menyerangnya paru. Waktu saya lihat, sebagian besar (rumah sakit) tidak ada spesialis parunya, dari situ saya rasakan oh ini kurang," kata Budi dalam konferensi pers, Kamis (3/9/2026).

Pengalaman masa pandemi berlanjut pada temuan krisis tenaga medis di tingkat daerah. Budi mendapati bahwa dari 514 kabupaten/kota, sebanyak 173 Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) belum memiliki tujuh jenis dokter spesialis dasar secara lengkap.