Budi menekankan ketersediaan oksigen menjadi penting, terutama bagi relawan pemadam kebakaran yang terpapar polusi udara saat bertugas. Paparan polusi yang tinggi dapat mengganggu pernapasan dan menurunkan kadar oksigen dalam darah.

Ia menyebut saturasi oksigen relawan pemadam kebakaran terkadang turun di bawah 90 persen.

Karena itu, Budi mengimbau masyarakat agar tidak mengabaikan keluhan sesak napas, khususnya di tengah kondisi polusi udara akibat karhutla. Warga yang mengalami gejala tersebut perlu segera diarahkan ke fasilitas kesehatan atau fasilitas oksigen terdekat untuk mendapatkan pemeriksaan dan penanganan yang sesuai.

"Jangan tunggu sampai parah, kalau ada yang mengeluh sesak, langsung arahkan ke fasilitas oksigen terdekat!" tulis Budi.