NADIKABAR.COM β€” Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin meminta warga membatasi aktivitas di luar ruangan untuk meminimalkan dampak kesehatan akibat asap dari kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

"Tolong sekali lagi dipastikan jangan ke luar rumah kalau tidak perlu terutama kaum rentan seperti balita, ibu hamil atau orang tua, itu sebaiknya stay di rumah," kata Menkes usai meninjau sarpras dan layanan di RSUD Doris Sylvanus, Palangka Raya, Jumat.

Dalam kegiatannya di Palangka Raya, selain meninjau RSUD Doris Sylavnus, Menkes juga meninjau Puskesmas Menteng, Rumah Oksigen RTH Bundaran Besar Palangka Raya, Puskesmas Panarung hingga rumah oksigen lainnya.

Menkes ingin memastikan kesiapan fasilitas serta ketersediaan dukungan medis benar-benar optimal bagi masyarakat terdampak asap karhutla. Dia juga mengimbau masyarakat menggunakan masker KN95 untuk mengurangi paparan partikel.

Menteri Kesehatan menyampaikan pemerintah telah menyalurkan berbagai bantuan medis untuk mendukung penanganan dampak karhutla, di antaranya 137.000 masker KN95 dan 500.000 masker bedah, terutama untuk wilayah dengan tingkat polusi tinggi.

Kemudian bantuan juga mencakup 50 unit oxygen concentrator, 35 unit nebulizer, 100 tabung oksigen, 37 unit air purifier, 270 botol multivitamin sirup, 800 strip multivitamin tablet, serta obat-obatan untuk mendukung pelayanan kesehatan masyarakat terdampak karhutla.

Sementara itu, Gubernur Kalimantan Tengah Agustiar Sabran menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah dalam memastikan kesiapan fasilitas kesehatan untuk melayani masyarakat terdampak karhutla.

β€œPemerintah Provinsi Kalimantan Tengah terus berupaya memastikan kesiapan fasilitas kesehatan dalam melayani masyarakat terdampak kabut asap. Koordinasi dengan pemerintah pusat serta dukungan sarana medis diperlukan untuk mengoptimalkan penanganan kesehatan,” terangnya.