"Karena Tb itu lama, minum obat itu 4 bulanan. Setiap hari mesti minum obat. Biasanya orang males, begitu males, dia kena lagi. Atau jadi resistant," katanya.

Terkait skrining, katanya, pihaknya melengkapi alat-alat untuk deteksi, seperti mesin X ray yang rencananya dibagikan ke 10 ribu puskesmas dalam 3-4 tahun.

"Kita juga melengkapi dengan biological testing. Jadi TB itu sudah kita lihat ada indikasi, mesti diambil sputum atau dahaknya, kemudian dilihat pakai mikroskop dulu. Sekarang ada mesinnya, sama seperti mesin PCR, untuk memastikan apakah bakteri TB-nya ada di sana atau enggak," kata Budi.

Selain itu, pihaknya juga mengupayakan pencegahan TB pada kontak erat atau keluarga pasien agar tidak tertular, serta memfasilitasi uji klinis tahap 3 untuk vaksin M72.