NADIKABAR.COM β€” Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menggarisbawahi pentingnya pemimpin kesehatan di masa depan memiliki kemampuan mengeksekusi tujuan, berintegritas, kemampuan berkomunikasi yang baik, dan bisa bercerita (storytelling), agar tujuan pembangunan kesehatan tercapai.

Budi mengatakan hal tersebut dalam Health Leadership Course yang diselenggarakan Asian Development Bank (ADB) di Jakarta, Senin. Pelatihan yang diikuti lebih dari 60 peserta dari tujuh negara di Asia Tenggara itu bertujuan memperkuat kapasitas kepemimpinan dalam menghadapi tantangan sekaligus mendorong reformasi sistem kesehatan di kawasan.

β€œPertama, atasan terbaik yang pernah saya temui adalah seseorang yang memiliki integritas. Untuk memastikan bahwa dia tidak akan membohongi Anda atau negara Anda, dia harus menjadi pribadi yang berintegritas,” ujarnya.

Dia menekankan, seorang pemimpin juga harus mampu menyampaikan tujuan secara sederhana agar dapat dipahami oleh seluruh anggota organisasi.

β€œSebagai pemimpin, Anda harus memiliki kemampuan untuk menjelaskan tujuan Anda secara jelas dan sederhana agar semua orang dapat memahaminya,” katanya.

Menurut Menkes, tujuan tersebut selanjutnya harus diterjemahkan ke dalam cara kerja yang jelas. Untuk itu, Kementerian Kesehatan menjalankan agenda reformasi kesehatan melalui enam pilar, yaitu reformasi layanan primer, layanan sekunder atau rumah sakit, ketahanan sistem kesehatan, pembiayaan kesehatan, sumber daya manusia kesehatan, serta teknologi kesehatan.

Menurutnya, keenam pilar tersebut menjadi cara untuk mencapai tujuan peningkatan angka harapan hidup dan angka harapan hidup sehat. Salah satu contohnya adalah penguatan layanan primer melalui dukungan pembiayaan ADB untuk pengadaan 10 ribu USG dan 10 ribu X-ray.