Budi mengatakan kunjungannya dilakukan untuk memastikan kesiapan Rumah Oksigen yang dikelola Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) dan Bus Oksigen Keliling milik Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah.
Fasilitas tersebut disiapkan sebagai langkah mitigasi bagi masyarakat yang terdampak polusi udara, terutama ketika terjadi kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Menurut Budi, Rumah Oksigen dilengkapi sistem penyaringan udara menggunakan high-efficiency particulate air (HEPA).
Masyarakat yang mengalami sesak napas dapat mendatangi fasilitas tersebut untuk beristirahat dan mendapatkan bantuan oksigen dengan pemantauan tenaga kesehatan.
Ia menjelaskan, masyarakat yang membutuhkan penanganan lebih lanjut akan dirujuk ke rumah sakit.
"Kalau warga mulai sesak, segera ke Rumah Oksigen terdekat," tulisnya.