NADIKABAR.COM — Menteri Keuangan (Menkeu) Suahasil Nazara mengatakan, inflasi 3,23 persen masih dalam rentang sasaran, sementara kenaikan indeks manufaktur ke level 54 pada Oktober menandakan pengusaha mengantisipasi peningkatan permintaan.

Suahasil menyampaikan perkembangan ekonomi terkini itu seusai melapor kepada Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara Jakarta, Selasa, terkait kondisi stabilitas ekonomi nasional.

Menkeu menjelaskan, sasaran inflasi pemerintah adalah 2,5 persen plus minus satu persen, atau 1,5 persen sampai 3,5 persen. Karena itu, angka inflasi terbaru masih berada dalam rentang yang diperkirakan sejak pemerintah menyusun estimasi perekonomian Indonesia.

"Itu yang kita sebut dengan on track," ujarnya.

Dari sektor manufaktur, Indeks Manajer Pembelian (Purchasing Managers' Index/PMI) manufaktur naik dari 52 pada September menjadi 54 pada Oktober.

Suahasil menerangkan, angka indeks di atas 50 menandakan sektor manufaktur sedang menambah persediaan bahan baku. Langkah itu diambil karena pelaku usaha memperkirakan permintaan akan naik, sehingga produksi juga perlu ditingkatkan.

"Para pengusaha kita membayangkan bahwa akan ada peningkatan permintaan, karena itu pengusaha mulai siap-siap untuk meningkatkan produksi dengan membeli input lebih banyak," tutur Suahasil.