Untuk menjawab tantangan tersebut, kata Suahasil, Bea Cukai perlu bertumpu pada tiga hal.
Pertama, sumber daya manusia yang berintegritas dan kompeten. Kedua, teknologi dan intelijen yang makin kuat. Ketiga, proses bisnis yang efektif, terintegrasi, dan bersinergi dengan seluruh unsur pemerintah.
Penguatan ketiga aspek tersebut diharapkan dapat mendukung peningkatan kualitas pelayanan, penguatan penerimaan, serta kemudahan berusaha.
Sementara itu, pada realiasi per Agustus, penerimaan kepabeanan dan cukai terhimpun sebesar Rp210,2 triliun, tumbuh sebesar 7,8 persen (yoy).