Ia menjelaskan proyek infrastruktur Jalan Bawah Tanah Bitung ini memiliki panjang penanganan kurang lebih 350 meter, yang nantinya ditambah dengan jalan (pendekat) menuju terowongan bawah tanah.
"Seluruh pelaksanaan pembangunannya didukung dengan anggaran kurang lebih sebesar Rp87,319 miliar," ucapnya.
Berdasarkan kajian teknis di lapangan, kehadiran underpass ini diproyeksikan mampu mengurai tingkat kemacetan secara signifikan dari kondisi saat ini yang hampir mendekati tingkat keparahan maksimal derajat kejenuhan mendekati angka 1, ditekan turun menuju kisaran 0,5 agar arus lalu lintas jauh lebih lancar.
Kelancaran mobilitas tersebut, lanjut AHY, secara otomatis akan memangkas waktu tempuh perjalanan, menekan biaya logistik, serta mendongkrak produktivitas secara keseluruhan.