NADIKABAR.COM β Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mendorong revisi Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) untuk mengakomodasi target pengembangan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) hingga 100 gigawatt peak (GWp) dalam beberapa tahun ke depan.
βIni RUPTL-nya mesti direvisi, karena di sini kebutuhannya masih sekitar 69,5 (GW) di tahun 2034, padahal Bapak Presiden kemarin mendorong agar dikembangkan proyek, terutama untuk solar panel sebesar 100 gigawatt-peak,β kata Airlangga di Jakarta, Selasa.
Menurut dia, target 100 GWp tersebut perlu dikejar dalam dua hingga tiga tahun ke depan, selain itu pengembangan pembangkit berbasis energi surya dan sistem penyimpanan baterai dinilai dapat membantu menekan emisi sektor energi.
βJadi kita menurunkan target daripada angka emisi mendekati nol di 2060, ini bisa maju 10-15 tahun. Jadi ini yang tentu menjadi PR bagi kita semua,β ujarnya.