Rata-rata produksi tersebut lebih rendah dibandingkan rata-rata produksi 2025 yang sekitar 68,1 juta ton per bulan.

Akan tetapi, PNBP pada komoditas batu bara yang tercatat hingga 31 Agustus 2026 mencapai Rp66 triliun, meningkat dibandingkan Rp59 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Kemudian, berdasarkan data terbaru Kementerian ESDM, produksi batu bara tercatat 566,74 juta ton atau 77 persen dari target. Lebih lanjut, realisasi nilai ekspor batu bara mencapai 23,49 juta dolar AS dari 343,08 juta ton.

“Jadi, RKAB kita lakukan untuk sektor batu bara dengan memperhatikan supply and demand. Idealnya, produksi kita banyak, harganya bagus. Idealnya,” ucap Bahlil.