NADIKABAR.COM — Sekretaris Bidang Kebijakan Ekonomi DPP Partai Golkar Abdul Rahman Farisi menyambut positif terkait pelantikan Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi Bahlil Lahadalia dan Menteri Perindustrian Muhammad Sarmuji dan keduanya diyakini dapat menerjemahkan visi Presiden terkait perekonomian.
"Hilirisasi di bawah koordinasi Menko Bahlil memiliki ruang yang sangat besar untuk mendorong nilai tambah dari sumber daya yang kita miliki," kata Abdul Rahman dalam keterangannya di Jakarta, Jumat.
Ia berpandangan bahwa terdapat ruang sinergi yang besar antara hilirisasi dan industrialisasi. Hilirisasi di bawah koordinasi Menko Bahlil, menurut dia, dapat semakin memperluas pengolahan bahan mentah menjadi produk setengah jadi maupun produk jadi, baik yang berbasis sumber daya mineral, pertanian maupun perikanan.
Selain itu, arah kebijakan Menteri Perindustrian Muhammad Sarmuji akan menempatkan industri sebagai mesin pertumbuhan ekonomi sekaligus penciptaan lapangan kerja.
Menurut Abdul Rahman, arah tersebut memiliki keterkaitan erat dengan agenda hilirisasi yang dikoordinasikan Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi Bahlil Lahadalia. Sinergi keduanya dinilai dapat menjadi salah satu kekuatan dalam menerjemahkan visi ekonomi Presiden Prabowo Subianto.