Nilai ekspor nikel pada 2017 berada di angka 3,3 miliar dolar AS (Rp60 triliun), lalu meningkat menjadi 40 miliar dolar AS pada 2025 (Rp727,32 triliun).

Direktorat Jenderal Mineral dan Batu bara Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral mencatat nilai ekspor nikel mencapai 25,96 miliar dolar AS atau sekitar Rp472 triliun (kurs Rp18.183) per Agustus 2026.

β€œNegara kita ini, kalau tidak kita lakukan dengan membangun hilirisasi dan industrialisasi, penciptaan nilai tambahnya tidak akan maksimal,” kata Bahlil.