NADIKABAR.COM — Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan (Menko Infra) Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mengungkapkan jaringan perkeretaapian nasional terus dikembangkan.
"Prinsipnya adalah memang kita terus ingin mengembangkan jaringan kereta. Artinya ada dua elemen. Yang pertama adalah prasarananya, relnya. Relnya kita kembangkan," ujar AHY dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu.
Menurut dia, saat ini terdapat 7.000 km rel aktif di Indonesia, dan masih banyak lagi yang harus dilakukan reaktivasi atau pembangunan rel-rel pada trase-trase yang memang dirasa sudah sangat diperlukan untuk mobilitas manusia dan barang, terutama untuk logistik.
Komoditas yang ada di Sumatera, Kalimantan, termasuk Sulawesi sebetulnya sudah sangat membutuhkan jaringan kereta logistik.
Sedangkan untuk penumpang atau passengers, kata AHY, juga masih sangat memerlukan penambahan gerbong atau trainset bisa dikatakan yang modern, yang juga cukup kapasitasnya, dan tentunya diharapkan bisa dibangun kemandirian industri.
"Kalau ada kerja sama dengan negara-negara lain termasuk Jepang, saya rasa adalah sebuah kewajaran, tapi yang paling penting semangatnya juga adalah bagaimana industri perkeretaapian nasional juga hidup, berkembang. Ada transfer teknologi yang kemudian kita kembangkan sendiri menjadi inovasi domestik yang dibutuhkan untuk ke depan," ujar AHY.
Sebagai informasi, Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), menyampaikan, pemerintah mendorong percepatan pengembangan jaringan perkeretaapian di luar Pulau Jawa sebagai langkah strategis menekan biaya logistik, mengurangi ketimpangan wilayah, serta memperkuat konektivitas nasional.
AHY menegaskan pengembangan jaringan kereta api lintas pulau merupakan mandat langsung Presiden Prabowo Subianto sebagai bagian dari Program Kerja Prioritas Nasional (PKPN), khususnya pada sektor infrastruktur dan konektivitas.