NADIKABAR.COM — Menteri Koordinator (Menko) Bidang Pangan Zulkifli Hasan mengawal usulan para petani perlunya perbaikan bendungan dan normalisasi Kali Wanggu di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara, ke pemerintah pusat demi peningkatan produksi pertanian.

"Tadi ada permohonan untuk bendungan dan sebagainya, langkah berikutnya bendungan saya kira memang perlu untuk perhatian yang serius karena sudah lama," kata Menko Pangan Zulkifli Hasan saat Rembuk Tani di Desa Pombulaa Jaya Kecamatan Konda Kabupaten Konawe Selatan Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra), Rabu.

Zulkifli Hasan mengatakan Rembuk Tani tersebut untuk mendengar keluhan para petani mulai dari produksi beras, penyediaan pupuk hingga irigasi sawah selama musim kemarau.

"Infrastruktur bendungan sangat sentral karena menyangkut kebutuhan air guna mengairi sawah sehingga tanaman petani lebih produktif," ujarnya.

Zulkifli Hasan juga mendengar keluhan petani yang meminta normalisasi Kali Wanggu karena terkadang sedimentasi lumpur dampak pendangkalan Kali Wanggu menyebabkan pengairan sawah terganggu sehingga produksi beras tidak maksimal.

Untuk itu, kata dia, perbaikan irigasi sawah dan normalisasi Kali Wanggu segera diupayakan agar masalah para petani di Konawe Selatan maupun daerah lain segera teratasi.

"Tentu langkah berikutnya kemarin irigasi kita perbaiki, ada lagi buat banjir karena kalinya kurang dikeruk karena sedimentasi," sebut Zulkifli Hasan.

Sementara itu, petani di Desa Pombulaa Jaya Yulius Baso menyampaikan bahwa banjir dan kekeringan sawah masih menjadi masalah bagi para petani dalam meningkatkan produksi pertanian.

Ia mengatakan sebelum musim kemarau, sawah para petani bisa memproduksi enam ton per hektare sekali panen.

"Tapi karena ini musim kemarau jadi kalau dapat 4 ton sudah bagus sekali," kata Yulius.

Oleh karena itu, Ia meminta Menko Zulkifli Hasan untuk menyampaikan keluhan para petani terkait normalisasi Kali Wanggu ke pemerintah pusat.

Yulius mengatakan sejak pertama kali dibangun, sebagai DAS aliran Kali Wanggu yang berhulu di Konawe Selatan sudah dangkal karena tidak pernah dinormalisasi.

"Jadi banjir sedikit air lari ke sawah semua karena sudah dangkal sekali," jelasnya.

Ia juga meminta rencana pembangunan Bendung Tanea Lama seluas 1.300 hektare bisa dilanjutkan guna menampung aliran air dari Kali Wanggu.