"Higga September 2026, produksi perikanan tangkap Asahan mencapai 50.658 ton. Potensi itu, turut menopang berbagai usaha pengolahan hasil laut yang memanfaatkan bahan baku dari nelayan setempat," ujar Zulhas.

Menurutnya, terasi dengan bahan baku udang rebon tersebut menjadi salah satu produk olahan yang terus dikembangkan untuk memperluas pasar hasil perikanan bagi masyarakat pesisir.

Berdasarkan data Pemerintah Kabupaten Asahan menyatakan, volume ekspor komoditas terasi pada 2025 tercatat mencapai 1.897 ton dengan nilai sekitar Rp21 miliar lebih.

Volume ekspor terasi meningkat menjadi 2.758 ton dengan nilai sekitar Rp34 miliar hingga September tahun ini, dan capaian itu menunjukkan semakin besarnya peluang produk olahan hasil laut Asahan di pasar internasional.