"Ini sudah commissioning, sudah percobaan jalan. Perlu sedikit lagi penyempurnaan. Insya Allah Desember 2026 sudah 100 persen dan bisa kita resmikan," ujar Zulhas pula.

Menurutnya, proyek ini membawa tiga keuntungan langsung bagi warga, yaitu lingkungan bersih karena 1.100 ton sampah per hari yang diangkut Pemkot Palembang kini tidak lagi menumpuk dan menimbulkan risiko kebakaran, polusi gas metan, dan mikroplastik, melainkan diolah jadi energi.

Kemudian, keuntungan lainnya yakni listrik yang dihasilkan mampu menyuplai kebutuhan 14.000 hingga 15.000 rumah tangga di Palembang, termasuk menyerap 500-1.000 tenaga kerja lokal.

"Bayangkan, yang tadinya masalah yang menimbulkan dampak lingkungan luar biasa, sekarang menjadi listrik. Semua menjadi positif melalui teknologi," kata Zulhas.