NADIKABAR.COM — Menteri Koordinator (Menko) Bidang Pangan Zulkifli Hasan (Zulhas) menargetkan sekitar 8.000 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) dapat dilengkapi barang kebutuhan pokok dan sarana operasional hingga akhir Oktober 2026.
"Kami akan selesaikan ini sampai akhir bulan, mudah-mudahan ini bisa selesai yang 8.000 ya," kata Zulhas seusai memimpin rapat koordinasi terbatas KDKMP di Jakarta, Rabu.
Ia mengatakan pemerintah mempercepat pemenuhan kebutuhan koperasi agar dapat memberikan pelayanan kepada masyarakat secara bertahap, terutama dalam penyaluran barang kebutuhan pokok dan barang bersubsidi.
Barang yang disiapkan meliputi pupuk bersubsidi, gula, minyak goreng, gas elpiji, serta beras Program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) dari Perum Bulog.
Zulhas menyebut sekitar 28.000 hingga 29.000 KDKMP masih perlu dilengkapi barang, dengan sekitar 8.000 koperasi menjadi prioritas pemenuhan kebutuhan operasional dalam waktu dekat.
"Mungkin bisa 8.000-an terisi dalam minggu ini," ujarnya.
Meski memperkirakan pengisian barang dapat dilakukan pada pekan ini, Zulhas berharap pemenuhan kebutuhan sekitar 8.000 koperasi tersebut bisa diselesaikan hingga akhir Oktober 2026.
Ia mengakui kesiapan masing-masing koperasi belum merata karena sebagian telah memiliki perlengkapan dan barang dagangan, sedangkan sebagian lainnya masih dalam proses pemenuhan kebutuhan.
"Jadi saya pastikan akan ada memang yang belum lengkap, ada yang sudah lengkap, ada yang sudah terisi, ada yang belum terisi," katanya.
Selain ketersediaan barang, pemerintah juga memeriksa kesiapan sarana angkutan, seperti truk, mobil pikap, dan becak motor (bentor), untuk menunjang distribusi serta kegiatan usaha koperasi.
Menurut Menko Pangan, pemeriksaan kendaraan tidak cukup hanya memastikan keberadaan fisiknya, tetapi juga kondisi mesin dan kelayakan operasional agar sarana tersebut benar-benar dapat digunakan.
Dari sisi distribusi pangan, Perum Bulog dalam keterangan tertulis pada Selasa (13/10) mencatat sebanyak 1.985 KDKMP masuk dalam cakupan pelayanannya, terdiri atas 736 koperasi yang telah mendapatkan pelayanan beras SPHP dan 1.249 lainnya masih dalam proses pelayanan.
Bulog juga mencatat total pesanan pembelian (purchase order/PO) beras SPHP mencapai 624 ton dalam proses pelayanan melalui jaringan koperasi tersebut.
Khusus untuk 107 titik KDKMP, Bulog mencatat pemesanan beras SPHP sebanyak 53,5 ton, dengan pelayanan atas pesanan tersebut ditargetkan rampung pada 14 Oktober 2026.
Sebelumnya, Zulhas saat meninjau KDKMP di Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah, Selasa (13/10), menekankan kesiapan koperasi tidak cukup diukur dari keberadaan bangunan dan sarana, tetapi juga kemampuan pengelola menjalankan usaha serta menyediakan layanan bagi masyarakat.
Pemerintah akan melanjutkan pemenuhan kebutuhan operasional koperasi secara bertahap seiring dengan pembangunan KDKMP lainnya yang masih berlangsung.