Santri, kata dia, memiliki potensi, integritas, dan ketangguhan yang menjadi modal penting dalam menghadapi tantangan zaman, termasuk dinamika global yang semakin kompleks. Pasalnya pendidikan pesantren memiliki keunggulan dalam membentuk karakter, mentalitas, dan integritas peserta didik melalui sistem pendidikan yang terintegrasi.

β€œSantri memiliki semangat, keterampilan, dan ketangguhan yang merupakan bagian utama dari spirit santri. Seluruh bentuk pendidikan yang terintegrasi dalam kurikulum pesantren mencetak calon pemimpin. Mentalitas dan integritas sangat penting, itulah yang membedakan pendidikan pesantren dengan yang lainnya,” ujarnya.

Muhaimin turut memaparkan sejumlah langkah Kementerian Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat selama dua tahun terakhir. Ia menyebutkan, terdapat tiga pijakan utama yang menjadi dasar pemerintah dalam memperkuat pemberdayaan masyarakat dan menanggulangi kemiskinan, yakni pemanfaatan data sosial ekonomi, perubahan paradigma kebijakan, serta pelibatan potensi masyarakat.

Pijakan pertama dilakukan melalui penguatan data tunggal sosial ekonomi sebagai rujukan penanggulangan kemiskinan secara terintegrasi, efektif, dan tepat sasaran. Pemerintah, menurutnya, memiliki tanggung jawab untuk memperhatikan sekitar 23 juta sasaran, termasuk masyarakat di 88 kabupaten dan sekitar 6.000 desa yang membutuhkan perhatian berkelanjutan.