Pemerintah memiliki kebijakan dan anggaran, sementara masyarakat memiliki potensi, kreativitas, jejaring, serta kemampuan untuk menggerakkan perubahan dari bawah.
"Negara ini ada dua kekuatan, satu kekuatan pemerintah dan yang kedua kekuatan masyarakat. Mengandalkan kekuatan masyarakat saja tidak mungkin, mengandalkan kekuatan pemerintah saja juga sudah tidak mungkin. Karena itu, jawabannya adalah ruang kolaborasi," kata Muhaimin Iskandar.
Kemenko PM menjalankan fungsi koordinasi untuk menyambungkan berbagai kekuatan tersebut.
Kolaborasi dilakukan lintas kementerian dan badan, namun pemberdayaan masyarakat tidak terbatas pada pemerintah. Dunia usaha, industri, komunitas, dan masyarakat luas juga memiliki ruang untuk terlibat.
"Kemenko ini tugasnya menyambungkan, mempertemukan, kerja sama, membangun networking dengan semua pihak," ujar Muhaimin Iskandar.