NADIKABAR.COM — Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat Abdul Muhaimin Iskandar mengatakan bahwa kopi Arabika di kawasan Manglayang, Kabupaten Bandung, Jawa Barat memiliki potensi besar untuk meningkatkan perekonomian masyarakat setempat.

"Kopi Manglayang ini punya potensi besar. Dari sekitar 50 ton produksi, baru 14 ton yang diolah, sementara 36 ton masih dijual mentah. Ini menunjukkan ruang nilai tambahnya masih sangat besar, yang perlu kita dorong adalah bagaimana nilai tambah tersebut bisa lebih banyak kembali kepada petani," kata Menko Muhaimin Iskandar dalam keterangan di Jakarta, Rabu.

Hal itu dikatakannya dalam kunjungannya ke Pesan Trend atau Sekolah Rimba Indonesia yang dikembangkan Yayasan Pemuda Hijrah, di Kabupaten Bandung, Jawa Barat.

Menurut dia, selisih produksi kopi tersebut menunjukkan bahwa potensi produksi kopi Manglayang belum sepenuhnya diikuti dengan kemampuan pengolahan dan penciptaan nilai tambah.

Karena itu, penguatan ekosistem kopi perlu diarahkan agar semakin banyak hasil panen dapat diolah menjadi produk yang memiliki nilai ekonomi lebih tinggi sebelum dipasarkan.

Perkebunan kopi Arabika yang dikembangkan di kawasan tersebut saat ini memiliki luas sekitar 12,7 hektare dan telah berproduksi.