Sugiono menegaskan, sesuai arahan Presiden, penanganan karhutla harus dilakukan secara lebih masif, terpadu, dan cepat, serta tidak semata-mata menunggu datangnya hujan, tetapi juga upaya-upaya yang lain yang dapat dilakukan dalam rangka mitigasi keadaan yang sedang terjadi.

"Tentu saja pemerintah terus bekerja keras mengatasi terjadinya karhutla ini, serta dampaknya terhadap masyarakat, terutama di daerah-daerah yang mengalami situasi terburuk, terutama enam provinsi yang bantuan pemerintah di tahap pertama sudah disalurkan pada 7 September 2026 untuk Sumatera Selatan, Jambi, Kalimantan Tengah, Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, dan Riau, serta kepada 35 pemerintah kabupaten/kota yang terdampak karhutla di provinsi-provinsi tersebut," paparnya.

Sugiono menambahkan, prioritas berikutnya tentu untuk upaya-upaya pemadaman dan mengatasi karhutla, seperti penambahan sarana berupa alat pelindung diri bagi personel pemadam, pompa air, tangki air, selang pemadaman, alat suntik air untuk lahan gambut, pembuatan sumur bor, serta operasional dan mobilisasi personel dalam rangka pemadaman karhutla.