NADIKABAR.COM β Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Sugiono mendorong akselerasi rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat, meskipun progres pemulihan di wilayah tersebut telah mencapai 98 persen.
βMemang beberapa tempat harus kita lakukan akselerasi, tapi saya kira semua itu bisa terlaksana dengan baik sesuai dengan yang kita harapkan,β kata Sugiono kepada wartawan di Posko Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Satgas PRR) Pascabencana Sumatera, Senin.
Sugiono selaku Ketua Dewan Pengarah Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Satgas PRR) Pascabencana Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat mengatakan proses rehabilitasi dan rekonstruksi telah berjalan selama 11 bulan.
Dalam kurun waktu tersebut, pemerintah telah menerbitkan berbagai regulasi dan mengalokasikan dukungan anggaran sebagai bagian dari upaya menyelesaikan dampak bencana di tiga provinsi tersebut.
Ia menyampaikan bahwa capaian pemulihan tersebut tidak terlepas dari kerja pemerintah dalam memenuhi tanggung jawab pelayanan kepada masyarakat di daerah terdampak bencana.
Menurut Sugiono, pemulihan fasilitas publik terus menunjukkan kemajuan. Di sektor kesehatan, hampir seluruh fasilitas kesehatan telah kembali berfungsi, dengan enam puskesmas pembantu di Sumatera Utara yang masih belum selesai dipulihkan.
Selain itu, pembangunan kembali sekolah-sekolah yang mengalami kerusakan serta penyediaan hunian sementara dan hunian tetap bagi masyarakat terdampak masih berlangsung.
Sugiono meminta koordinasi antarpihak terkait terus ditingkatkan agar pelaksanaan rehabilitasi dan rekonstruksi dapat berjalan lebih cepat, terutama di lokasi yang masih membutuhkan penanganan lanjutan.
Ia juga menekankan pentingnya memasukkan mitigasi bencana ke dalam perencanaan pembangunan untuk mengantisipasi risiko bencana pada masa mendatang, termasuk yang berkaitan dengan perubahan iklim.
Menurut dia, Indonesia merupakan negara yang rentan terhadap bencana sehingga kesiapsiagaan perlu diperkuat agar penanggulangan dan pemulihan dapat dilaksanakan secepat mungkin ketika bencana terjadi.