NADIKABAR.COM — Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Sugiono mengungkapkan program gentengisasi memberikan multiplier effect atau dampak beruntun positif bagi perekonomian masyarakat.

"Saya kira ini sebuah program yang tidak saja memberikan keuntungan bagi pengusaha UMKM genteng, namun lebih dari itu turunannya kita lihat ada pekerjaan-pekerjaan yang ditimbulkan dari program ini. Supir-supir truk bekerja, kenek-kenek bekerja, kemudian ekonomi menggeliat," ujar Sugiono dalam acara peluncuran 2,4 juta genteng produksi Jatiwangi di Majalengka, Jawa Barat, Minggu.

Menurut dia, genteng sebenarnya telah memiliki warisan budaya turun-temurun dan menjadi bukti bahwa sebenarnya keluhuran kekayaan budaya Indonesia dalam rangka menjaga lingkungan, menjaga masyarakat, menjaga keindahan, dan menjaga kelestarian alam Indonesia ini sudah ada dari dulu.

Presiden Prabowo, lanjutnya, menginginkan genteng karena genteng adalah unsur alam yang ada di sekitar kita. Selain itu tentu program gentengisasi menunjukkan ada keuntungan ekonomi yang didapat, di mana industri UMKM khususnya genteng akan terus bangkit, besar, berkembang, menciptakan lapangan kerja, dan selanjutnya memberikan kesejahteraan kepada para pengusaha UMKM genteng ini sendiri.

"Tentu saja ini semua adalah sesuatu yang tadi disampaikan oleh Pak Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman juga, merupakan apa yang diharapkan oleh Bapak Presiden yakni tumbuhnya lapisan pengusaha-pengusaha baru, tumbuhnya kegiatan-kegiatan ekonomi baru, dan tumbuhnya lapangan-lapangan kerja baru dalam rangka mencapai apa yang kita sebut dengan transformasi bangsa," kata Sugiono.

Namun, katanya, tidak terbatas pada genteng yang mana di tempat-tempat lain di seluruh penjuru Nusantara banyak juga atap-atap yang merupakan kearifan lokal di masing-masing daerah.

"Dan saya kira dalam rangka mengembangkan ini, sekolah-sekolah khususnya SMK, universitas-universitas yang memiliki program-program studi yang ada kaitannya dengan pembangunan, ada kaitannya dengan engineering, juga bisa mengeksplorasi kemungkinan-kemungkinan lain di tempat-tempat tersebut dalam rangka mencapai apa yang kita inginkan, mencapai apa yang bisa membuat Indonesia ini menjadi semakin indah dan asri," ujar Sugiono.

Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait bersama Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Sugiono secara resmi meluncurkan pengiriman 2,4 juta genteng produksi Jatiwangi, Kabupaten Majalengka, Jawa Barat, Minggu.

Maruarar mengatakan, kegiatan ini menjadi momentum penting untuk menggerakkan ekonomi daerah, memperkuat industri genteng lokal, meningkatkan kapasitas Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), sekaligus mendukung penyediaan hunian layak melalui Program Gentengisasi yang diinisiasi Presiden Prabowo Subianto.

Peluncuran pengiriman 2,4 juta genteng yang dilaksanakan di Lapangan Pasar Lama Jatiwangi tersebut menandai dimulainya distribusi jutaan genteng produksi masyarakat Majalengka ke berbagai wilayah Indonesia.

Program ini tidak hanya berorientasi pada pemenuhan kebutuhan material pembangunan dan peningkatan kualitas rumah masyarakat, tetapi juga menjadi upaya pemerintah dalam menghidupkan kembali industri berbasis potensi lokal serta memperkuat ekonomi kerakyatan.

Sebelum kegiatan dimulai, Menteri PKP Maruarar Sirait bersama Menko PMK Sugiono menyempatkan diri makan siang bersama para pengemudi truk, kernet, pengrajin genteng, masyarakat, dan pelaku UMKM. Suasana kebersamaan dan gotong royong terlihat melalui tradisi liwetan yang menjadi bagian dari kearifan lokal masyarakat Jawa Barat.