Sugiono menyampaikan hal itu untuk merespons tren tingginya pelaporan kasus kekerasan yang didominasi oleh kekerasan seksual, psikis, dan fisik, dengan populasi perempuan dan anak mencakup lebih dari 80 persen dari total penduduk Indonesia.

Ia menuntut agar setiap langkah penyelesaian dapat dipantau capaiannya melalui instrumen yang jelas, seperti Indeks Pembangunan Gender (IPG), Indeks Ketimpangan Gender (IKG), dan Indeks Perlindungan Anak (IPA).

"Penguatan kualitas hidup perempuan dan anak harus terukur pencapaiannya. Koordinasi lintas sektor harus terus diperkuat agar progres penyelesaian masalah tersebut dapat terus kita evaluasi secara ketat," ujar dia.