"Dan saya kira ini merupakan suatu kerja keras yang luar biasa yang patut diapresiasi di tengah berbagai keadaan, kita pemerintah yang dipimpin oleh Bapak Presiden [Prabowo Subianto] masih bisa menyelesaikan tanggung jawabnya dalam rangka memberikan pelayanan kepada masyarakat mengatasi masalah-masalah yang ada di daerah bencana," ujarnya dalam keterangan tertulis, Kamis (29/10).

Ia menegaskan upaya pemulihan perlu terus diperkuat melalui koordinasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah (Pemda), dan seluruh unsur terkait. Menurutnya, percepatan penyelesaian pekerjaan yang tersisa penting agar masyarakat terdampak dapat kembali beraktivitas normal.

Di samping itu, Sugiono mengingatkan pentingnya memperkuat kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana berikutnya. Ia menyebut perubahan iklim dapat memengaruhi pola curah hujan di Indonesia.

Wilayah di utara khatulistiwa diperkirakan mengalami peningkatan curah hujan. Adapun wilayah di selatan khatulistiwa cenderung lebih kering dibandingkan kondisi normal dalam beberapa dekade mendatang.

"Oleh karena itu, upaya-upaya mitigasi juga harus kita masukkan dalam perhitungan kita sehingga jika terjadi bencana kita lebih siap dan upaya-upaya penanggulangan maupun rehabilitasi bisa kita lakukan dengan secepat-cepatnya," kata Sugiono.

Sugiono pun menekankan rehabilitasi dan rekonstruksi tidak hanya diarahkan untuk memulihkan kondisi wilayah terdampak. Upaya itu juga perlu mempertimbangkan risiko bencana di masa mendatang.