Sementara itu, Tito Karnavian melaporkan bahwa bencana susulan masih menjadi salah satu tantangan dalam proses rehabilitasi dan rekonstruksi.
Curah hujan tinggi kembali memicu banjir di sejumlah wilayah, antara lain Padang dan Solok di Sumatra Barat, Tapanuli Tengah di Sumatera Utara, serta beberapa daerah di Aceh.
Tito menjelaskan, sedimentasi pada sungai-sungai terdampak meningkatkan risiko luapan ketika hujan deras terjadi, sehingga menyebabkan kerusakan pada sejumlah infrastruktur yang telah diperbaiki. Karena itu, penanganan sungai perlu dipercepat untuk mengurangi risiko banjir susulan.
Tito menegaskan, percepatan penanganan 137 sungai terdampak sedimentasi di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat perlu menjadi bagian dari upaya mengurangi risiko banjir susulan.
Untuk itu, ia meminta dukungan Kementerian Pekerjaan Umum (PU) agar pembersihan dan penanganan sungai dapat segera dipercepat agar proses rehabilitasi dan rekonstruksi di wilayah terdampak berjalan lebih optimal.