Dia berharap Presiden Prabowo Subianto mempercepat upaya pemadaman karhutla dan memastikan masalah karhutla serta asap lintas negara tidak berulang. Setelah itu, barulah Kalam beralih menggunakan bahasa Jawa agar lebih dimengerti para pejabat di Indonesia yang disebutnya banyak berasal dari Jawa.

"Biarlah saya dengan izin pimpinan dewan bercakap dalam bahasa Jawa. Assalamualaikum Pak Prabowo, pripun kabare? Paringi waras nggih? (Bagaimana kabarnya? Semoga sehat selalu)," ujar Kalam.

Dia terus bicara dalam bahasa Jawa saat menjelaskan dampak asap karhutla di Indonesia terhadap Malaysia. Dia mengatakan yang susah bukan cuma orang Malaysia saja.

"Pak, asap songko kobongan alas kuwi nggawe wong Malaysia susah arep ambegan. Akeh sing watuk, tenggorokane podho gatel, lan sesek ambegane (Bapak, asap dari kebakaran hutan itu membuat orang Malaysia kesulitan bernapas. Banyak yang batuk, tenggorokannya gatal, dan napasnya sesak)," ujarnya.