Zulhas menuturkan bantuan beras tersebut sengaja dipercepat karena memasuki periode yang berpotensi menghadapi kondisi paceklik. Menurutnya, ketersediaan pangan menjadi penting untuk menjaga daya beli masyarakat dan menjaga stabilitas pangan.

"Memang saya minta dipercepat, karena sekarang lagi kemarau, lagi paceklik, bukan waktunya panen. Otomatis harga akan naik sedikit. Tentu akan membutuhkan bantuan, maka kita perlu percepat," ujarnya.

Zulhas melanjutkan untuk wilayah Maluku, penyaluran bantuan beras telah mencapai sekitar 60 persen. Saat ini, Perum Bulog terus melakukan percepatan terhadap sisa penyaluran dan didukung pemerintah daerah.

"Ini bisa terlaksana dengan baik karena kerja sama pemerintah pusat, pemerintah daerah, bupati, gubernur, wali kota, dan Bulog. Ini adalah bagian dari bantuan pemerintah yang manfaatnya harus benar-benar sampai kepada masyarakat," tuturnya.