NADIKABAR.COM β Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid menghadiri pertemuan tingkat tinggi internasional yang membahas perlindungan hak dan keselamatan anak di era kecerdasan buatan (AI) di Amerika Serikat, Selasa (22/9).
Pertemuan yang digelar di sela-sela Sidang ke-81 Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) tersebut mempertemukan sejumlah kepala negara, badan PBB, perwakilan masyarakat sipil, hingga perusahaan teknologi global untuk membahas langkah bersama dalam menghadapi perkembangan AI yang dinilai semakin memengaruhi kehidupan anak.
Forum tersebut dipimpin Presiden Prancis Emmanuel Macron, Perdana Menteri Spanyol Pedro SΓ‘nchez, Presiden Kenya William Ruto, dan Perdana Menteri Australia Anthony Albanese, dalam siaran video yang dipantau dari Jakarta, Rabu.
Pembahasan dalam forum tersebut menyoroti manfaat AI bagi anak, terutama dalam pendidikan dan akses terhadap informasi, sekaligus risiko yang muncul seiring semakin luasnya penggunaan teknologi tersebut.
Sejumlah risiko yang menjadi perhatian antara lain pelanggaran privasi, penyalahgunaan data anak, paparan terhadap konten berbahaya, serta penyalahgunaan teknologi AI untuk menghasilkan materi seksual yang melibatkan anak.