NADIKABAR.COM — Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid menyebut Bali merupakan provinsi nomor satu dalam pendaftaran tercepat digitalisasi bansos lewat program perlindungan sosial (Perlinsos) dan menantang untuk segera merampungkan sisa target dalam kurang dari empat bulan.
"Apresiasi kepada Provinsi Bali, tahu tidak Provinsi Bali ini nomor satu se-Indonesia untuk saat ini dengan 652.000 lebih KK atau 50,52 persen mendaftar dari seluruh keluarga yang tercatat," kata Menkomdigi saat Uji Coba Program Perlinsos di Badung, Jumat.
Ia mencatat keberhasilan mencapai separuh target keluarga terdata tersebut diselesaikan oleh masyarakat Bali dalam kurun waktu yang sangat cepat berkat kuatnya budaya gotong royong.
Meutya lantas menantang agar sisa target pemenuhan data Perlinsos di Pulau Dewata dapat dituntaskan segera dalam beberapa bulan ke depan.
"Mungkin untuk pemenuhan 50 persennya lagi tidak sampai 4 bulan ya, mungkin tinggal 2-3 bulan lagi seluruh yang berhak di Bali juga sudah terbantu," ujarnya.
Menkomdigi menjelaskan, melalui digitalisasi ini, pemerintah dapat memverifikasi data penerima bantuan agar lebih akurat dan tepat sasaran tanpa ada celah manipulasi.
Kementerian Komdigi sendiri hadir melalui Sistem Penghubung Layanan Pemerintahan (SPLP) untuk memastikan pertukaran data antarkementerian dalam portal Perlinsos berjalan lancar.
Di tengah masyarakat yang terus berproses mendaftar, Meutya memastikan terus menjaga arus data lintas instansi tersebut agar tidak mengalami kemacetan sistem layaknya lalu lintas di jalan raya.