Meutya mengatakan penerapan teknologi digital perlu diperluas ke sentra-sentra produksi pangan di berbagai daerah agar manfaat digitalisasi dapat dirasakan masyarakat desa.

Menurut dia, digitalisasi tidak seharusnya hanya berkembang di perkotaan, tetapi juga dimanfaatkan untuk meningkatkan produktivitas serta mendukung ketahanan pangan di daerah.

Oleh karena itu, Kementerian Komunikasi dan Digital terus mengembangkan pemanfaatan IoT untuk kebutuhan produktif di berbagai wilayah.

Penerapannya diarahkan pada persoalan konkret, mulai dari mengukur kondisi tanah dan mengatur penggunaan input pertanian hingga menjaga kualitas air serta membantu pembudidaya mengelola produksi ikan.

Pengalaman petani di Sragen dan pembudidaya ikan di Sukabumi menunjukkan bahwa pemanfaatan teknologi digital dapat diukur dari perubahan yang terjadi di lapangan.

Pengurangan penggunaan pupuk dan peningkatan produksi ikan menjadi contoh penerapan teknologi yang mendukung produktivitas sekaligus ketahanan pangan dari tingkat desa.