NADIKABAR.COM — Menteri Koperasi (Menkop) yang juga Sekretaris Jenderal (Sekjen) Syarikat Islam (SI) Ferry Juliantono menegaskan keberadaan koperasi merupakan bagian dari dakwah ekonomi, sejalan dengan arah SI membangun kekuatan ekonomi sosial di masyarakat berbasis koperasi.
“Koperasi memiliki kedekatan nilai yang kuat dengan semangat kebersamaan, kekeluargaan, dan gotong royong yang menjadi ciri khas kehidupan umat,” kata Ferry dalam acara Peluncuran Logo Kongres Nasional Majelis Tahkim Syarikat Islam (SI) ke-42, sekaligus Seminar dan Diskusi Publik Jakarta Berkelanjutan , di Jakarta, Rabu.
Ia menegaskan pentingnya kolaborasi pemerintah, masyarakat, komunitas, dan koperasi dalam menjaga lingkungan dan ketahanan air, sekaligus mendorong penguatan ekonomi masyarakat secara berkelanjutan melalui semangat gotong royong dan kemandirian ekonomi.
“Kongres 42 SI nanti menjadi momentum mengembalikan kebesaran dan kejayaan SI dengan cita-cita dari para pendiri dan tokoh SI yang ada dan akan menyongsong ke depan bersama-sama dengan umat Islam untuk membangun kekuatan ekonomi syariah,” katanya.
Kementerian Koperasi (Kemenkop) dalam hal ini bersama SI dengan umat akan membangun kekuatan ekonomi syariah.
“Kita akan bangun kekuatan koperasi. Bangun kekuatan zakat dakwah,” ujarnya pula.
Menkop menekankan, koperasi saat ini sejalan dengan arah dakwah ekonomi SI.
Menurutnya, dalam penguatan bangsa bersandar pada empat pilar yakni, pengembangan ekonomi syariah, pengembangan koperasi, pengelolaan zakat dan wakaf, hingga pelestarian lingkungan dan ekologi.
“Kebangkitan koperasi adalah amanah yang mengalir dari sejarah bangsa. Presiden Prabowo Subianto sendiri berasal dari keluarga yang sejak awal memperjuangkan pengembangan koperasi,” ujarnya.
Presiden SI Hamdan Zoelva menegaskan, Kongres Nasional Majelis Tahkim SI ke-42 dengan tema dakwah ekonomi yang diusung kini dinilai selaras dengan visi Presiden Prabowo Subianto, membangun ekonomi yang terdesentralisasi, inklusif, dan berpusat di tingkat desa maupun kelurahan.
Rakyat tidak hanya menjadi penikmat hasil pembangunan, melainkan pelaku utama pembangunan itu sendiri.
“Gerakan dari bawah dan dukungan dari atas harus berjalan beriringan. Negara dan masyarakat bergerak bersama, tidak bisa hanya satu pihak," ujar Hamdan.
Hamdan mengatakan, dalam tiga kongres terakhir secara berturut-turut ke-40, ke-41, dan kini ke-42, SI tetap konsisten memperkuat arah dakwah ekonomi, membangun sistem yang inklusif, meruntuhkan eksklusivitas ekonomi, serta memastikan kemakmuran dinikmati secara merata.
“Semoga Kongres ke-42 nanti membawa dampak besar bagi umat, bangsa, dan negara. Sebagaimana kongres-kongres terdahulu yang meletakkan fondasi kemerdekaan dan kemajuan bersama," katanya lagi.