"Melalui forum ini, koperasi yang punya kebun sawit kita dorong untuk tidak berhenti di pengolahan Tandan Buah Segar (TBS) saja, tetapi juga memiliki pabrik Crude Palm Oil (CPO) sendiri," ungkapnya.
Dia mencontohkan keberhasilan KUD Sejahtera di Musi Banyuasin, Sumatera Selatan, yang kini mengoperasikan pabrik CPO berkapasitas 45 ton per jam.
"Praktik baik ini diharapkan dapat direplikasi oleh jaringan kelompok tani lainnya melalui pendampingan Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB) serta inkubasi manajemen dari kalangan akademisi dan alumni Institut Koperasi Indonesia (IKOPIN)," jelasnya.
Sementara itu, Ketua Umum SPI Henry Saragih menegaskan bahwa Konferensi Nasional Perkebunan Rakyat II menjadi momentum krusial untuk memastikan tanah objek reforma agraria (TORA)-khususnya dari pelepasan kawasan hutan dan bekas konsesi-benar-benar dikelola oleh perkebunan rakyat melalui wadah koperasi yang mandiri.