Ia mengemukakan kolaborasi lintas sektor juga bagian tidak terpisahkan untuk memperkuat pembangunan di masa depan, karena pemerintah daerah tidak dapat dapat berjalan sendiri tanpa dukungan berbagai pihak dan partisipasi aktif masyarakat.
"Indonesia dikenal dengan keramahan yang suka gotong royong, begitu pun di Kota Palu gotong royong harus dijaga dan diterapkan hingga lingkungan-lingkungan terkecil lainnya dalam kehidupan sosial masyarakat," kata dia.
Ia menyampaikan kesadaran menjaga kota seharusnya menjadi budaya masyarakat setempat sehingga perubahan yang telah berjalan semakin kuat bertahan dan berkembang.
"Jadikan momentum HUT Ke-48 Kota Palu sebagai refleksi, sekaligus mematahkan inovasi-inovasi yang sudah diciptakan untuk memajukan daerah ke arah lebih baik," ucap Supratman.