"Masalah Palestina merupakan persoalan yang paling lama berlarut-larut dan menjadi perhatian internasional, serta ketidakadilan historis terbesar di dunia sejak Perang Dunia II. Jika masalah ini tidak diselesaikan secara adil, Timur Tengah tidak akan dapat mencapai perdamaian dan stabilitas jangka panjang," tambah Wang Yi.
Wang Yi mengungkapkan saat ini, situasi di Timur Tengah terus mengalami ketegangan sehingga menimbulkan kesulitan baru dalam penyelesaian masalah Palestina.
"Masalah Palestina tidak boleh dikesampingkan, dan dunia tidak boleh melupakan dua juta warga Palestina di Gaza yang sedang berjuang di ambang kematian. Keadilan mungkin datang terlambat, tetapi tidak akan pernah absen," ucap Wang Yi.
Sedangkan Varsen menyampaikan perkembangan terbaru mengenai masalah Palestina dan menekankan bahwa masyarakat internasional tidak boleh menerapkan standar ganda dalam menangani masalah Palestina.
"Palestina berterima kasih kepada China atas dukungan kuat yang telah diberikan selama ini kepada rakyat Palestina dalam memulihkan hak-hak nasionalnya yang sah, atas sikap China yang secara konsisten menyuarakan dukungan bagi Palestina dalam berbagai forum multilateral internasional, serta atas bantuan tanpa pamrih yang diberikan dalam bidang kemanusiaan di Gaza," kata Varsen.
Palestina dan China, sebut Varsen, mempertahankan persahabatan tradisional dan memiliki kerja sama yang baik.
"Palestina berharap dapat terus memperdalam hubungan bilateral dengan China serta mengharapkan China terus membela keadilan bagi Palestina dalam masalah Palestina dan memainkan peran yang lebih penting dalam mewujudkan 'solusi dua negara'," tambah Varsen.