Kondisi keamanan di Palestina masih diwarnai aksi penembakan oleh pihak Israel. Insiden terbaru, sebanyak lima warga Palestina tewas akibat tembakan tentara Israel di Jalur Gaza pada Minggu (11/10), termasuk seorang anak.
Sejumlah sumber setempat mengatakan sebuah drone Israel menembakkan setidaknya satu rudal ke sebuah stasiun pengisian daya ponsel di daerah Al-Buraq di sebelah barat Khan Younis di Gaza selatan pada Minggu malam waktu setempat, sehingga menyebabkan ledakan keras.
Sejak gencatan senjata antara Hamas dan Israel mulai berlaku pada Oktober 2025, serangan Israel telah menewaskan 1.488 orang, menjadikan total korban jiwa sejak 7 Oktober 2023 mencapai 74.250 orang dan korban luka 175.278 orang, kata Kementerian Kesehatan Gaza menjelang tiga tahun peristiwa Oktober 2023 tersebut.
Pada Oktober 2023, konflik antara Palestina dan Israel kembali bergejolak ketika Israel menghadapi serangan roket besar-besaran dari Jalur Gaza. Setelah itu, pasukan Israel melancarkan operasi darat yang mengakibatkan sebagian besar wilayah di Jalur Gaza hancur.
Sejak Oktober 2025, gencatan senjata telah diberlakukan di Jalur Gaza. Namun, militer Israel terus menggempur wilayah Palestina dengan dalih menargetkan fasilitas dan anggota kelompok perjuangan Palestina, Hamas.
Menurut penilaian PBB, situasi kemanusiaan di wilayah kantong itu masih parah di tengah kehancuran masif, gangguan operasional lembaga medis, dan masalah berkelanjutan dalam menyediakan makanan dan kebutuhan pokok bagi penduduk di sana.