"Jika tujuan Washington mengirimkan pesan tersebut adalah untuk menabur perpecahan, maka ini akan menjadi langkah keliru lainnya, yang menambah daftar kesalahan Amerika sebelumnya," imbuhnya.

Namun, Araghchi menambahkan: "Upaya pihak Amerika untuk membuka dialog dan mencapai pemahaman yang lebih luas dipandang sebagai langkah positif," pungkasnya.