NADIKABAR.COM β€” Menteri Luar Negeri (Menlu) Arrmanatha Nasir menyampaikan dia telah menghubungi Menteri Luar Negeri Malaysia Mohamad Hasan untuk menjelaskan langkah-langkah yang dilakukan Pemerintah Indonesia dalam menanggulangi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Sumatra dan Kalimantan.

Komunikasi dengan Menlu Malaysia itu dilakukan oleh Menlu RI untuk menindaklanjuti pembicaraan via telepon antara Presiden Prabowo Subianto dengan Perdana Menteri (PM) Malaysia Anwar Ibrahim pada pekan ini.

β€œYa kita sudah berkomunikasi dengan (Malaysia, red.), dari saya sudah berbicara juga dengan Menlu Malaysia, dan juga kita sudah jelaskan langkah-langkah yang telah dilakukan oleh Indonesia seperti kita sudah menerjunkan lebih dari 60.000 personel, kita telah menerjunkan juga 48 helikopter dan pesawat untuk melakukan water bombing dan pengalihan cuaca,” kata Arrmanatha menjawab pertanyaan wartawan saat ditemui di Lapangan Udara Halim Perdanakusuma, Jakarta, Sabtu (10/10).

Tata, sapaan akrab Arrmanatha, lebih lanjut menyampaikan karhutla di Sumatra dan Kalimantan masih menjadi tantangan yang dihadapi Indonesia.

β€œHarapan kita (karhutla, red.) ini segera akan reda, karena juga diperkirakan cuaca akan ada hujan,” ujar dia.

PM Malaysia Anwar Ibrahim pada Kamis (8/10) mengumumkan dia telah menghubungi Presiden Prabowo dan keduanya membahas tentang karhutla di Kalimantan dan Sumatra, yang kabut asapnya berdampak hingga ke wilayah Malaysia dan Singapura.

β€œPersoalan kabut asap memang mengkhawatirkan dan saya telah menghubungi Presiden Prabowo dan beliau setuju mengambil langkah-langkah yang diperlukan,” kata PM Anwar.

Ia menekankan kembali kesediaan Malaysia untuk membantu Indonesia menanggulangi karhutla dan asap.

β€œKita menyatakan sejak beberapa minggu lalu, kesediaan kita memberikan apa pun kerja sama. Dan saya tahu ini mengkhawatirkan dan berdampak pada kesehatan rakyat,” ujar dia.

Anwar juga mengatakan dia telah memerintahkan Menlu Malaysia untuk menghubungi Sekretariat ASEAN untuk menggelar pertemuan tingkat menteri lingkungan hidup se-ASEAN untuk membahas secara khusus penanganan kabut asap.