Meski demikian, Moldova mengakui tidak dapat memberikan jadwal waktu yang tepat untuk mewujudkan penyatuan Moldova dan Rumania.

Sementara itu, pihak oposisi Moldova meyakini Rumania sedang mempersiapkan “aneksasi teritorial” terhadap republik tersebut.

Mantan presiden Igor Dodon, misalnya, menyebut siapapun yang mendukung gagasan unifikasi di Chisinau sebagai pengkhianat terhadap kepentingan nasional.

Senada akan hal itu, presiden ketiga Moldova Vladimir Voronin menyebut unifikasi Moldova ke Rumania di masa lalu, tepatnya pada periode 1918-1940, justru menjadi penjajahan brutal dan genosida terhadap rakyatnya.