NADIKABAR.COM — Menteri Luar Negeri Polandia Radoslaw Sikorski mengkritik usulan penamaan pangkalan militer permanen Amerika Serikat (AS) di Polandia sebagai "Fort Trump", dengan menyebutnya memalukan dan tidak berpandangan jauh.

Presiden Polandia Karol Nawrocki pada Rabu mengatakan pangkalan militer AS yang direncanakan tersebut dapat diberi nama "Fort Trump", merujuk kepada Presiden AS Donald Trump.

Nawrocki juga berharap pembangunan pangkalan tersebut dapat diselesaikan selama masa kepresidenan Trump.

"Pemerintah dan presiden bekerja sama untuk membangun pangkalan permanen AS di Polandia. Namun, saya menganggap usulan nama 'Fort Trump' sebagai bentuk penghinaan," kata Sikorski kepada wartawan.

"Saya tahu cara seperti itu biasa di Amerika Serikat, tetapi pertama, hal itu tidak menimbulkan rasa hormat, dan kedua, berisiko," lanjutnya.

Sikorski mengatakan Kongres AS perlu menyetujui pendanaan untuk pembangunan pangkalan tersebut. Menurut dia, pendanaan itu dapat terancam jika Partai Demokrat menguasai Kongres setelah pemilu paruh waktu November.

Sikorski juga mengatakan mantan Presiden AS Ronald Reagan lebih layak dijadikan nama pangkalan militer tersebut.

"Menurut saya, baik di Polandia maupun Amerika Serikat, kami memiliki tokoh yang dapat menimbulkan lebih sedikit kontroversi di Kongres. Saya memikirkan Pulaski, Kosciuszko, atau jika ingin menggunakan nama tokoh politik, saya lebih memilih Ronald Reagan," katanya.

Sebelumnya pada awal Juni, Polandia secara resmi mengusulkan kepada AS agar pangkalan militer permanen dibangun di wilayahnya.

Delegasi AS baru-baru ini mengunjungi Polandia untuk memilih lokasi yang akan digunakan sebagai tempat pembangunan pangkalan tersebut.

Penerjemah: Yoanita Hastryka Djohan