“Kepemimpinan bukan berarti memberi perintah semata, tetapi juga menjaga kebijaksanaan dan memberi kekuatan bagi semua untuk maju,” ujarnya.

Indonesia menilai meski di tengah tantangan yang dihadapi, Sekjen Antonio Guterres berhasil menjaga PBB sebagai wahana yang penting untuk dialog dan penyelesaian masalah secara kolektif.

Lebih lanjut, Sugiono menuturkan bahwa Sekjen PBB yang nantinya akan menggantikan Antonio Guterres memiliki tanggung jawab besar untuk menegakkan Piagam PBB, memperkuat organisasi, dan memastikan multilateralisme membawa manfaat nyata bagi rakyat.

“Kepemimpinan yang efektif juga harus diiringi dengan komitmen penuh negara-negara anggotanya untuk membuat multilateralisme berjalan baik,” tuturnya.