NADIKABAR.COM β€” Menteri Luar Negeri (Menlu) RI Arrmanatha Nasir menegaskan Indonesia harus mengakhiri ketergantungan sebagai konsumen konten global, dan memperkuat posisinya sebagai penentu arah ekonomi kreatif digital dunia di tengah ketidakpastian global yang semakin mendalam.

β€œKita tidak boleh terus-menerus hanya menjadi konsumen konten global. Kita harus tampil sebagai produsen, inovator, dan pembentuk arah perkembangan lanskap kreatif digital dunia,” kata Menlu Arrmanatha dalam pidatonya pada 5th World Conference on Creative Economy (WCCE) 2026 di Jakarta, Kamis.

Menurut Menlu, perkembangan platform digital telah memberi akses bagi kreator Indonesia untuk menembus pasar global.

Namun, dirinya menyoroti bahwa nilai ekonomi dari konten digital masih banyak mengalir kepada segelintir platform. Sementara, para kreator di negara berkembang belum sepenuhnya menikmati manfaat ekonomi dari karya yang mereka hasilkan.

Selain itu, kreator digital pun dihadapkan pada keterbatasan infrastruktur dan konektivitas digital. Oleh sebab itu, Arrmanatha menilai Indonesia perlu bergerak melampaui peran sebagai pasar bagi produk dan konten global.

β€œMasih banyak kreator kita yang terhambat oleh keterbatasan konektivitas digital. Negara-negara berkembang hanya menyumbang sekitar seperlima dari total ekspor jasa kreatif dunia,” tegasnya.

Menlu juga menggarisbawahi tantangan baru dari perkembangan kecerdasan artifisial (AI).

Dia menyebut AI dapat membuka pasar dan menekan biaya produksi, tetapi berpotensi merugikan kreator apabila karya mereka digunakan untuk melatih sistem AI tanpa persetujuan atau kompensasi yang layak.

Arrmanatha menyerukan agar gagasan dari para kreator harus dilindungi dan teknologi tidak boleh menggantikan kehadiran kreator.

β€œGagasan yang tidak terlindungi adalah gagasan yang berisiko hilang begitu saja dari tangan penciptanya. Di era AI, prinsip ini menjadi semakin relevan. Teknologi harus melayani para kreator, bukan menggantikan mereka,” ucap dia.

Sejak diinisiasi Indonesia pada 2018, WCCE telah menjadi platform internasional untuk membahas peluang dan tantangan ekonomi kreatif.

Forum ini turut berkontribusi pada sejumlah capaian, antara lain Agenda Bali untuk Ekonomi Kreatif serta resolusi Perserikatan Bangsa-Bangsa pada 2019 dan 2023.

Melalui WCCE 2026, Indonesia kembali mendorong kolaborasi internasional untuk membangun masa depan ekonomi kreatif yang tidak hanya berorientasi pada pertumbuhan, tetapi juga menjamin akses yang setara, keberlanjutan, dan pembagian manfaat yang lebih adil bagi para pelakunya.