NADIKABAR.COM — Menteri Luar Negeri Ukraina Andrii Sybiha menggelar pembicaraan dengan Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi pada Rabu di sela-sela Sidang ke-81 Majelis Umum PBB yang berfokus pada langkah-langkah bersama untuk mencegah ketegangan bilateral lebih lanjut.
Dalam sebuah pernyataan di platform media sosial X, Sybiha mengatakan bahwa pembicaraan yang terjadi pada Rabu (23/9) tersebut merupakan tindak lanjut dari percakapan telepon terakhir mereka pada bulan Juli.
Saat itu, ia menyebut Kyiv berupaya menghindari eskalasi yang tidak perlu dengan Teheran di tengah tuduhan terhadap Ukraina atas serangan terhadap kapal komersial Iran di Laut Kaspia.
“Diplomasi adalah tentang perbincangan langsung, bahkan dalam situasi yang sulit,” kata Sybiha.
Dirinya menyebut bahwa percakapan mereka di New York berfokus pada langkah-langkah bersama untuk mencegah memburuknya ketegangan antara kedua negara.
Ia menekankan bahwa kedua pihak sepakat untuk tetap membuka saluran komunikasi yang ada, serta bertukar pandangan mengenai situasi di Timur Tengah dan Eropa, hingga berbagai jalur upaya perdamaian yang sedang berlangsung.
“Saya menegaskan kembali posisi Ukraina dalam mendukung pemulihan perdamaian dan stabilitas yang lebih cepat di kedua wilayah kita,” tambahnya.
Sebelumnya pada Juli, Sybiha dan Araghchi melakukan panggilan telepon beberapa hari setelah Teheran menuduh Kyiv menyerang sebuah kapal komersial Iran di Laut Kaspia, yang menewaskan satu pelaut dan melukai satu lainnya.
Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy menyatakan bahwa pasukan Ukraina telah menyerang kapal-kapal yang terlibat dalam pengiriman kargo militer yang terkait dengan Iran, tanpa menyebutkan kapal tertentu secara spesifik.
Saat itu, Sybiha mencatat bahwa ia melakukan pembicaraan secara terbuka dengan rekannya dari Iran.
Ia menekankan bahwa tujuan Ukraina adalah menghindari eskalasi yang tidak perlu dengan Iran dan bahwa tindakan negaranya bertujuan semata-mata untuk membela negara dari agresi Rusia, serta tidak pernah bermaksud menargetkan kapal sipil maupun masyarakat sipil.
Sementara itu, Araghchi menyatakan bahwa rekannya dari Ukraina memberikan jaminan bahwa insiden tersebut tidak disengaja dan Kyiv tidak menginginkan adanya eskalasi.
Penerjemah: Kuntum Khaira Riswan