Dia menyatakan bahwa "sementara masyarakat internasional berupaya mewujudkan perdamaian yang adil, pemerintah Israel justru merusak solusi dua negara", yang dia gambarkan sebagai "satu-satunya jalan menuju perdamaian", melalui langkah-langkah yang melanggar hukum internasional.

"Israel merasa tidak peduli dengan sikap mayoritas negara yang mendukung solusi dua negara karena mereka tidak pernah dimintai pertanggungjawaban atas kebijakan yang merusak prospek perdamaian ataupun menghadapi tindakan pencegahan internasional yang efektif," kata Safadi.

Dia menyambut baik negara-negara yang telah mengakui negara Palestina dan mengambil langkah-langkah terhadap kebijakan Israel, namun dia menekankan perlunya "tindakan yang lebih luas dan lebih tegas untuk menghadapi perluasan permukiman, penyitaan lahan, dan krisis kemanusiaan yang kian memburuk di Gaza."