NADIKABAR.COM — Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN-RB) Rini Widyantini menyampaikan keberhasilan diplomasi tidak cukup hanya bertumpu pada gagasan yang baik, tapi harus didukung oleh lembaga dan proses yang mampu menjaganya secara konsisten.
Hal tersebut disampaikannya saat menjadi pembicara pada The Mochtar Kusumaatmadja Forum 2026 di Jakarta, Kamis (22/10).
Rini mengungkapkan pemikiran Mochtar Kusumaatmadja memberikan pelajaran penting bahwa di balik gagasan yang besar, harus didukung oleh sistem yang mampu mewujudkannya.
"Diplomasi Indonesia secara formal dipimpin oleh Kementerian Luar Negeri. Namun, di balik diplomasi yang tampak, terdapat gagasan dan kapasitas negara di dalam negeri yang menopangnya. Di sinilah warisan pemikiran Prof. Mochtar menjadi relevan," ujarnya dalam keterangan tertulis, Jumat (23/10/2026).
Rini menjelaskan ada tiga warisan pemikiran Mochtar Kusumaatmadja yang masih relevan untuk terus diimplementasikan seiring dengan upaya menuju Indonesia Emas 2045. Pertama, kebijakan berbasis bukti (evidence-based policy) yang membantu pemerintah mengambil keputusan secara tepat melalui data dan kemampuan analitis.