NADIKABAR.COM — Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana mengajak para pelaku industri dan investor global yang hadir dalam “The 6th Monaco Smart and Sustainable Marina Rendezvous” di Monako menggarap peluang industri marina dan wisata bahari di Indonesia.

“Yang ingin kita bangun bukan sekadar marina, tetapi ekosistem wisata bahari yang berkualitas dan berkelanjutan, dengan melibatkan UMKM, operator wisata, transportasi, hospitality, serta masyarakat lokal," kata Widiyanti dalam keterangan resmi yang dikonfirmasi di Jakarta, Rabu.

Dalam acara yang diselenggarakan pada 20 sampai 21 September 2026 itu, Widiyanti menjelaskan bahwa posisi Indonesia sebagai negara kepulauan terbesar di dunia, didukung kekayaan geografis dan keanekaragaman hayati laut, menjadi modal penting untuk mengembangkan wisata bahari berkelas dunia.

Dia memaparkan pengalaman berlayar dengan karakter berbeda. Di Indonesia bagian barat misalnya, wisatawan dapat menikmati keindahan dari Kepulauan Riau, Belitung, Ujung Kulon, dan Kepulauan Seribu. Potensi tersebut berlanjut ke Bali, Lombok-Gili Tramena, hingga Labuan Bajo.

Sementara di kawasan timur, kekayaan biodiversitas laut Indonesia semakin menonjol karena berada di episentrum Coral Triangle. Potensi tersebut antara lain tersebar di Wakatobi, Ambon dan Banda, Morotai dan wilayah Maluku lainnya, hingga Raja Ampat.

Potensi alam itu juga ditopang besarnya pasar pariwisata Indonesia. Pada 2025, kunjungan wisatawan mancanegara ke Indonesia mencapai 15,4 juta, dengan rata-rata pertumbuhan pada periode 2023–2025 sebesar 14,8 persen per tahun.