Menurut dia, kenaikan pangsa pasar tersebut berlangsung bertahap dengan capaian tujuh persen pada 2022, delapan persen pada 2023, sembilan persen pada 2024, dan meningkat menjadi 14 persen pada 2025.

Sarmuji menjelaskan peluang ekspor sagu Indonesia ke Jepang masih sangat besar karena kebutuhan impor pati sagu negara tersebut mencapai 10,5 juta pada 2025 atau meningkat 35 persen dibandingkan 2021.

Dia menilai peningkatan pangsa pasar sagu Indonesia di Jepang menunjukkan peluang besar bagi produk pati sagu nasional untuk memperkuat posisi melalui hilirisasi, investasi, dan perluasan akses pasar ekspor.