NADIKABAR.COM — Menteri Perindustrian (Menperin) Muhammad Sarmuji menegaskan bahwa keberadaan kawasan industri di Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara (Sultra), memiliki peran strategis dalam mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat lokal.
"Pengembangan kawasan industri terintegrasi tidak hanya berorientasi pada peningkatan kapasitas produksi dan nilai investasi, tetapi juga memiliki peran strategis dalam menciptakan dampak berganda (multiplier effect) bagi perekonomian daerah dan nasional," kata Menperin Sarmuji saat meninjau kawasan PT Indonesia Pomalaa Industry Park (IPIP) di Kolaka, Selasa.
Ia menjelaskan bahwa hal paling krusial dari pengoperasian kawasan industri adalah kemampuannya menyerap tenaga kerja lokal serta memperkuat fondasi ekonomi masyarakat sekitar.
Dalam kunjungan kerja tersebut, Menperin didampingi jajaran Kementerian Perindustrian serta anggota DPR RI Ridwan Bae, dan diterima langsung oleh CEO IPIP Ning Jiancheng beserta manajemen perusahaan.
Sarmuji menyampaikan apresiasi atas komitmen PT IPIP dalam mendorong percepatan hilirisasi mineral nasional.
"Pemerintah juga telah menetapkan kawasan tersebut sebagai Objek Vital Nasional Bidang Industri (OVNI) pada September 2025, melengkapi statusnya sebagai Proyek Strategis Nasional (PSN)," ujarnya.
Sementara itu, CEO IPIP Ning Jiancheng menyampaikan bahwa pihak manajemen terus berkomitmen membuka peluang penyerapan tenaga kerja lokal dan menggerakkan rantai ekonomi daerah.
“Kami berharap agar keberadaan IPIP dapat mewujudkan cita-cita bersama dalam membuka lapangan kerja lokal hingga meningkatkan perekonomian daerah maupun nasional,” jelasnya.
Melalui kunjungan tersebut, IPIP diharapkan terus berkembang menjadi kawasan industri modern, aman, dan berdaya saing global untuk menciptakan iklim investasi yang kondusif di Sulawesi Tenggara.