NADIKABAR.COM — Menteri Perindustrian (Menperin) Muhammad Sarmuji menyampaikan Kawasan Industri (KI) di Jabodetabek-Karawang berpotensi menjadi pusat pengembangan komponen elektronika, mengingat industri nasional didukung oleh ekosistem manufaktur yang matang, kekayaan sumber daya, serta besarnya pasar domestik.

“Sebagai negara berpenduduk terbesar keempat di dunia, Indonesia merupakan pasar elektronika konsumen terbesar di ASEAN. Kita juga memiliki cadangan nikel terbesar di dunia, serta sumber daya kobalt, tembaga, dan timah sebagai bahan baku komponen strategis. Ditambah dengan ekosistem manufaktur yang matang, kawasan industri Jabodetabek–Karawang berpotensi menjadi pusat pengembangan industri komponen elektronika,” kata Sarmuji dalam keterangannya dikonfirmasi dari Jakarta, Jumat.

Potensi tersebut menurutnya perlu dioptimalkan melalui penguatan keterlibatan industri kecil menengah (IKM) dalam rantai pasok industri elektronika dan kelistrikan nasional.

Menurut dia, peluang itu semakin terbuka seiring meningkatnya kebutuhan komponen elektronika global akibat perkembangan kendaraan listrik, kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI), dan internet untuk segala (internet of things/IoT).